MOdname:

STMIK CIC.

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer CIC
      

Hadapi Revolusi Industri 4.0, STMIK CIC Gelar Semiloka

Dalam rangka menghadapi perubahan trend industri di zaman digitalisasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Catur Insan Cendekia (STMIK CIC) Cirebon menggelar seminar dan loka karya (Semiloka) yang bertajuk “Strategi Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0”.

Acara tersebut dilaksanakan di Auditorium Cendekia STMIK CIC Cirebon, Jl. Kesambi No 202 Cirebon.

Di hari Sabtu (08/12) diadakan seminar yang menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Sekjen I Bidang External dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (APITKOM) Indonesia, Dr. Nina KH, lalu ada Direktur Eksekutif APITKOM, Solikin, S.Si., M.T , serta Dr. (C) Hanny HH, M.Kom, selaku Kaprodi Teknik Informatika Univesitas Buana Perjuangan.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 100 peserta yang didominasi mahasiswa tersebut, dipaparkan bagaimana lembaga pendidikan terutama pendidikan tinggi yang fokus dalam ilmu komputer bisa merespons perubahan zaman.

Salahsatu pembicara dalam kegiatan tersebut, Dr Nina KH menjelaskan bahwa saat ini digitalisasi itu tidak bisa dielakan lagi, namun dirinya yakin bahwa digitalisasi tidak akan mengurangi kearifan dan budaya lokal, serta mengkikis kebudayaan yang sudah ada

“Sebenarnya digitalisasi ini kan cuman wadahnya saja, maka kearifan lokal itu bisa jadi kontennya dan memperkuat identitas lokal jadi digitalisasi ini memang jadi senjata utama di revolusi industri 4.0 ini,” ujarnya.

Nina menambahkan, sangat penting bagi lembaga pendidikan bisa terus melakukan pengembangan, baik itu di tingkat mahasiswanya, dosen sebagai pengajarnya, maupun secara lembaganya.

“Memang haus ada peningkatan, apalagi ilmu komputer ini sangat jadi senjata di zaman sekarang. Apapun saat ini akan berkembang pesat jika didorong oleh komputerisasi dan pemasaran yang tepat. Makanya, sekali lagi harus ada peningkatan baik itu di tingkat mahasiswa, dosen dan lembaganya,” ujanya.

Nina juga menjelaskan tentang pentingnya berjejaringnya lembaga pendidikan, baik itu dari intern, ektstern dan menghasilkan output yang diharapkan.

“Kita sangat mendorong terjalinnya kerjasama lembaga pendidikan, baik itu sesama lembaga pendidikan, kerjasama dengan pemeintah, ataupun kerjasama dengan perusahaan swasta. Kita ajukan kerjasamanya, bisa dalam bentuk beasiswa atau bentuk lainnya,” ujarnya.

Senada, Ketua STMIK CIC, Dr. Chadra Lukita, SE, MM mengharapkan bahwa dari kegiatan tersebut bisa menjadi pandangan mahasiswanya setelah lulus nanti.

Mahasiswa bisa menjadi individu yang siap menjadi entertain yang tangguh di zaman revolusi industri 4.0

“Makanya kita harus siapkan sejak sekarang, dan seperti tadi kita saksikan, kita juga sudah tegaskan kerjasama dengan kampus lain untuk saling bekerja bersama dalam mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0 ini,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, selain seminar ditegaskan juga kerjasama STMIK CIC dengan STMIK Bina Insani dan Universitas Buana Perjuangan.

Menurut Ketua Pelaksana, Sudadi bahwa acara tersebut akan berlangsung dua hari. Di hari kedua akan difokuskan loka karya untuk para dosen. (Eki)

Sumber: fajarnews.co.id